Behaviourisme #12

   Halo semuanya, kembali lagi bersama aku dinda. Ini merupakan pertemuan ke 11 aku belajar psikologi umum. Pada pertemuan ke-12 ni aku akan membahas tentang "Behaviorisme".

 1. LATAR BELAKANG BEHARIORISME

    Teori behaviorisme hanya menganalisis perilaku yang tampak pada diri seseorang yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitar. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia yang buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia yang baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan ilmiah yang benar-benar objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus ilmiah mereka, tentang semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti sensasi, persepsi, hasrat,tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi secara subjektif.

    Untuk membuktikan kebenaran teori behaviorismenya terhadap manusia, Watson mengadakan eksperimen terhadap Albert seorang bayi berumur 11 bulan. Pada mulanya Albert adalah seorang bayi yang gembira yang tidak takut terhadap binatang seperti tikus putih berbulu halus. Albert senang sekali bermain bersama tikus putih yang berbulu cantik itu. Dalam eksperimen ini, Watson memulai proses pembiasaannya dengan cara memukul sebatang besi dengan sebuah palu setiap kali Albert mendekati dan ingin memegang tikus putih itu, dan juga terhadap kelinci putih. Dengan eksperimen itu, Watson mengatakan bahwa dia telah berhasil membuktikan bahwa pelaziman dapat mengubah perilaku seseorang secara nyata


2. PSIKOLOGI OBJEKTIV RUSIA

a. Ivan M. Scenov
Berusaha menjelaskan fenomena fisik berdasar asosiasinisme dan materialisme. Tidak mengakui bahwa pikiran mempengaruhi perilaku manusia penyebab awal dari semua perilaku/aksi selalu terletak pada stimulasi dari sensori eksternal. Perilaku (overt & covert) dipicu oleh stmulasi eksternal dan dihasilkan dari proses fisiologis di dalam otak.

b. Ivan P. Pavlov
Pavlov dalam eksperimennya menggunakan anjing sebagai binatangcoba. Anjing dioperasi sedemikian rupa, sehingga apabila air liur keluar dapat dilihat dan dapat ditampung dalam tempat yang telah disediakan. Menurut Pavlov apabila anjing lapar dan melihat makanan, kemudian mengeluarkan airl iur, ini merupakan respons yang alami, respons yang refleksif, yang disebutsebagai respons yang tidak berkondisi (unconditioned response) yang disingkat dengan UCR.

c. Vladimir M. Bachterev
Mendirikan laboratorium psikologi eksperimen pertama di Rusia karena pengaruh dari Wundt & Du Bois-Reymond. Mempelajari hubungan stimulasi lingkungan & perilaku manusia

3. PEMIKIRAN J.B WATSON



Psikologi Objektif Ala Watson Watson merupakan salah seorang yang kurang tertarik dengan fisiologi dan lebih tertarik dengan menghubungkan stimulus dan respon. Watson menjelaskan bagaimana perilaku terjadi ketika penyebab sebenarnya tidak diketahui. Dengan begitu, pendekatan Watson dalam mempelajari organisme (termasuk manusia) lebih dekat ke Bechterev, baik secara metodologis dan fisiologis. Watson terhadap psikologi memiliki dua pengaruh yang amat besar. Yang pertama, dia merubah tujuan utama psikologi dari penjelasan mengenai kesadaran, menjadi prediksi dan kontrol dari perilaku. Yang kedua, dia membuat perilaku yang tampak menjadi subjek utama dari ilmu psikologi


4. PEMIKIRAN WILLIAM MCDOUGAL


McDougall tidak percaya bahwa perilaku yang disengaja dirangsang oleh lingkungan, melainkan oleh energi instingtual. Kepercayaan kepada Insting membentuk inti dari teori McDougall, dan McDougall (1908) mendefinisikan insting sebagai: Sebuah warisan atau bawaan disposisi psiko-fisik yang menentukan dirinya untuk memahami dan memperhatikan objek dari kelas tertentu, untuk mengalami kegembiraan emosional dari kualitas tertentu seperti pada mengamati benda, dan bertindak dalam hal itu dengan cara tertentu, atau setidaknya, untuk memicu dorongan untuk tindakan tersebut.


5. NEOBEHAVIOURISME


a. Edward Chace Tomlan

Edward Chace Tolman lahir pada 14 April 1886 di Massachusetts yang merupakan seorang bapak psikolog yang berasal dari Amerika Serikat serta anak dari pembisnis lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Edward dan kakaknya Richard menempuh jenjang perkuliahan di Institusi yang sama dengan ayahnya, MIT jurusan Eksperimen dan teori kimia. Namun, Edward melenceng dari jurusan yang ia pilih. Ia mulai tertarik untuk belajar filsafat dan psikologi setelah membaca prinsip psikologi dari William James kemudian ia mengikuti kursus musim panas yang diadakan oleh Ralph Barton Perry dari filsafat Harvard dan Robert Yerkes yang juga merupakan ahli dari Harvard jurusan psikologi. Pada saat itu psikologi dipengaruhi oleh Tichener dan James. Psikologi masih diartikan sebagai ilmu yang mempelajari pengalaman kesadaran yang bertentangan dengan Edward. Ia mengemukakan konsep Psikologi Pusposif dalam Behaviorisme, dari konsepnya Ia menghasilkan teori mengenai Behaviorisme Operasional yang dalam perkembangannya cukup dikenal banyak pengaruhnya dalam Ilmu Psikologi.


b. Clark Leonard Hull

Teori Hull juga memenangkan pertempuran dengan teori Tolman dan menjadi sangat populer di tahun 1950 hingga 1960. Dibawah pengaruh Spence, saat ini pada umumnya dianggap memiliki nilai utama di dalam sejarah. Hull juga mencoba membuat suatu teori mengenai perilaku umum, dimana semua ilmu-ilmu sosial dapat digunakan sebagai ilmu yang menjelaskan perilaku manusia, dan seluruh programnya memenuhi persyaratan positivisme logis dimana segala konsep teoritis didefinisikan secara operasional. Meskipun teori Hull dikatakan sebagai suatu hal ilmiah yang cukup baik, tetapi relatif hampa. Psikolog merasa terhambat untuk mendefenisikan konsep mereka secara operasional. Mereka menyadari bahwa penyelidikan objektif bisa mengambil banyak bentuk dan bentuk yang disarankan oleh positivisme logis telah menyebabkan kebuntuan. Dalam banyak hal, pendekatan Clark itu akhirnya tidak produktif seperti Titchener.


c. Edwin Guthrie

The One Law of Learning yang dapat dijelaskan dengan Law of Contiguity, dimana Guthrie menyatakan “gabungan stimuli yang telah disertai gerakan akan cenderung muncul kembali untuk diikuti oleh gerakan tersebut. Dengan kata lain, apa yang seseorang lakukan terakhir adalah apa yang cenderung akan seseorang tersebut lakukan jika situasi tersebut berulang. Namun Guthrie merevisi Law of Contiguity yang ia kemukankan , yaitu “apa yang sedang diperhatikan menjadi sinyal untuk apa yang sedang dilakukan”. Ini adalah cara Guthrie menyadari bahwa organisme dihadapkan dengan banyak stimuli pada waktu tertentu itu tidak mungkin membentuk asosiasi dengan mereka semua,sebaliknya organisme merespon selektif untuk sebagian kecil rangsangan.


d. Burrhus Frederic Skinner

Sistem teoritis kompleks Tolmandan Hull mulai kehilangan popularitas mereka dan teori Guthrie selamat melalui relative Estes dengan upaya esoteric untuk menciptakan model matematika dari pengetahuan, bentuk lain dari neobehaviorisme adalah dalam kekuasaannya. Behaviorisme yang dipromosikan oleh B. F. Skinner adalah bertentangan dengan positivism logis karena itu anti teoritis, namun itu sesuai dengan positivism logis karena beliau bersikeras bahwa semua hal dasar didefinisikan secara operasional. Seperti yang kitaketahui, behaviorisme versi Skinner lebih sesuai dengan positivism dari pada dengan positivism logis. Setelah Perang Dunia kedua, behaviorisme versi Skinner menggantikan semua versi lainnya. 


    Mungkin itu saja beberapa materi singkat pertemuan minggu lalu, sampai ketemu di pertemuan ke-13, so stay tuned and see you

Comments

Popular posts from this blog

Psikologi Gestalt dan Kognitif #15

Rasionalisme #6