Perkembangan Awal dalam Fisiologi dan Tumbuhnya Psikologi Experimen #7
Perbedaan Individu
Hal ini bermula seorang astronom Nevil Maskelyne dan asistennya David Kinnebrook yang melakukan pengamatan dalam perpindahan bintang-bintang dengan teleskop. Hasil pengamatan tersebut ternyata Kinnebrook lebih lambat sekitar setengah detik dari Maskelyne. 20 tahun kemudian, seorang astronomer jerman bernama Friedrich Bessel menyatakan bahwakesalahan yang terjadi bukan karena ia tidak kompeten namun karena perbedaan individu antara pengamat/penelitinya. Bessel juga membandingkan observasinya dengan teman koleganya dan menemukan adanya perbedaan sistematis diantara keduanya. Hal inilahyang memicu studi reaksi waktu, yang digunakan untuk memperbaiki perbadaan antara pengamat, dengan cara menghitung persamaan pribadi. Misalnya, jika 8/10detik ditambahkan ke waktu reaksi Kinnebrook, pengamatannya dapat disamakan dengan Maskelyne. Hubungan reaksi waktu dengan objektif dan subjektif adalah reaksi waktu dapatmembantu memperbaiki perbedaan antara pengamat/ persepsi masing-masing pengamat yang menggunakan teknis/sistematis masing-masing dalam melakukan observasi yang disebut sebagai subjektivitas. Dimana perbedaan tersebut dapat dihitung persamaan pribadinya antara satu pengamat dengan pengamat lain dan menghasilkan sesuatu yang objektif dan ilmiah.
Muller’s Doctrine of Specific Nerve Energies
Pada setiap indera hanya terjadi satu jenis penglihatan, tidak tergantung dari jenis rangsangan. Contoh:
• Mata: indera penglihatan, peka terhadap cahaya. Rangsangan berupa pukulan, kita akan tetap melihat cahaya (berkunang kunang).
• Telinga: indera pendengaran, peka terhadap suara. Rangsangan berupa pukulan juga akan menimbulkan suara (mendungung).
Hukum energi syaraf spesifik ini dapat menerangkan berbagai gejala dalam pengindraan . Antara lain gejala panas dingin paradoks (paradoxical cold and heat). yaitu gejala dimana titik-titik tertentu di permukaan kulit hanya dapat menerima kesan panas sekalipun diberi rangsang dingin, dan titik-titik lainnya yang berdekatan hanya dapat menerima kesan dingin sekalipun diberi rangsang panas.
Herman Von Helmholtz
• Meneliti kecepatan impuls syaraf serta meneliti tentang penglihatan dan pendengaran
• Helmholtz oposisi terhadap vitalisme
• Kecepatan Konduksi saraf
• Teori Persepsi
• Teori Tanda
• Teori Persepsi pada Pendengaran
• Teori Penglihatan Warna
Ewald hering
• Teori Presepsi
• Teori Penglihatan warna
Phrenology
• bentuk tengkorak dapat menjelaskan karakteristik-karakteristik intelektual dan emosional seseorang
• Memetakan 35 atribut manusia berdasarkan bentuk tengkorak
• Dianggap banyak dikritik karena dianggap tidak ilmiah
• Gall memberikan tiga klaim yang merubah sejarah fakultas psikologi.
1. Keadaan dan kesanggupan mental tidak sama untuk semua manusia
2. Keadaan untuk mengenali mental ada di bagian otak tertentu
3. Jika sebuah fakultas berkembang dengan baik, seseorang akan memiliki
bagian corre sponding tengkorak. Demikian pula, jika fakultas terbelakang, lubang atau depresi akan berada di bagian tengkorak yang sesuai.
Dengan demikian, Gall percaya bahwa besarnya kemampuan seseorang dapat ditentukan dengan memeriksa benjolan dan depresi pada tengkorak seseorang. benjolan atau tonjolan pada
Paul Broca
• Menemukan letak pusat bahasa di bagian hemisfer kiri dari cerebral cortex yang disebut area broca
Comments
Post a Comment