Fungsionalisme Amerika #11

    Halo semuanya, kembali lagi bersama aku dinda. Ini merupakan pertemuan ke 11 aku belajar psikologi umum. Pada pertemuan ke-11 ni aku akan membahas tentang "Fungsionalisme Amerika".

1. Awal Perkembangan Psikologi Amerika

Tahun 1920. Tahun 1920 an displin psikologi berada dibawah pengaruh John Watson. Objek studinya tidak lagi jiwa dan mental, melainkan beralih menjadi studi perilaku yang dapat diamati manusia. Sebagai ilmu, psikologi juga menerima sumbangan dari disiplin ilmu lain. Misalnya bidang kedokteran yang mulai menganggap perilaku abnormal bukan disebabkan oleh roh jahat, tetapi ,mengklasifikasikan perilaku ini kedalam penyakit jiwa. Perkembangan perawatan orang-orang yang mengalami perilaku abnormal ini berpengaruh pula terhadap psikologi, yakni berkembangnya psikologi.

2. Karakteristik Fungsionalisme

• Fungsionalisme merupakan reaksi terhadap strukturalisme tentang keadaan-keadaan mental.

• Fungsionalisme memiliki arti suatu tendensi dalam Psikologi yang menyatakan bahwa pikiran, proses mental, presepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.

• Fungsionalisme bertujuan mempelajari cara orang menggunakan pengalaman mental untuk menyeseuaikan diri terhadap lingkungan sekitar mereka.

• Fungsionalisme merupakan paham yang tumbuh di Amerika Serikat dengan sifat-sifat bangsa Amerika yang serba praktis dan pragmatis.

3. Pemikiran William James

Willian James memiliki prinsip bahwa Tujuan dari Ilmu Psikologi bukanlahmenemukan elemen-elemen kesadaran, namun lebih menekankan pada: Studi tentang kehidupan individu ketika mereka beradapatasi dengan lingkungannya., Belajar hal-hal baru dari lingkungan. dan Menemukan solusi dari permasalah secara efisien. Menurut James, kesadaran bersifat pribadi. Ini mencerminkan pengalaman seorang individu. Kesadaran juga bersifat kontinu, selektif, dan tujuan dari kesadaran adalah untuk memungkinkan kita beradaptasi dengan cara “memilih”.

4. Pemikiran H. Musterberg






Hugo Münsterberg lahir di Danzig, Jerman (sekarang Gdansk, Polandia), pada 1 Juni1863, menjadi ayah pedagang dan ibu seniman. Keluarga itu sangat mencintai seni dan Münsterberg terdorong untuk mengeksplorasi musik, sastra, dan seni. Setelah lulus dari Gimnasium Danzig pada tahun 1882, ia mendaftar di Universitas Leipzig. Hugo Munsterberg (1863-1916) Murid Wundt yang direkrut dari Jerman oleh William James untuk memperluas dan mengelola laboratorium psikologi di Universitas Harvard..

5. Pemikiran G.S Hall

Hall menjadi fondasi yang kuat bagi psikologi di Amerika. Biografi Hall dapat disebut sebagai serangkaian "hal-hal yang pertama." Ia adalah orang yang menerima gelar PhD pertama dari departemen filosofi Harvard (1878), dan ia adalah orang Amerika pertama yang bekerja laboratorium psikologi Wundt di Leipzig (1879). Ia mendirikan laboratorium resmi pertama di Amerika untuk penelitian psikologi (1883) di Universitas Johns Hopkins. Pada tahun 1887, ia mendirikan jurnal berbahasa Inggris pertama yang dikhususkan bagi psikologi, The American Journal of Psychology.

6. Fungsionalisme di Universitas Chicago

a. John Dewey (1859-1952)

ia menulis buku berjudul “Psychology” pada tahun 1886 berisi tentang bagaimana ia mengenal cara orang amerika belajar psikologi yaitu melalui pragmatisme. Dewey berpendapat bahwa segala pemikirna dan perbuatan harus mempunyai tujuan, oleh karena alasan itu, ia menentang elementarisme.

b. James Rowland Angel

James memiliki 3 pandangan fungsionalisme yaitu: Fungsionalisme adalah psikologi tentang aktivitas bekerjanya jiwa sebagai lawa dari psikologi tentang elementarisme.

7. Fungsionalisme di Universitas Kolombia

a. James MC Keen Cattel (1866-1944)

Keen Cattel mempunyai pandangan mengenai aliran fungsionalisme yaitu : Fungsionalisme tidak menganut paham dualisme karena menganggap bahwa manusia merupakan satu kesatuan Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, melainkan mempelajri tentang hubungan antar tingkah laku. Semua cabang psikologi modern adalah perkembangan dari fungsionalisme

 b. Edward Lee Thorndike (1874-1949)

Thorndike menekankan penelitiannya pada cara dan dasar pembelajaran yaitu asosiasi dan trial and error. Ia merumuskan beberapa prinsip yaitu : The Law of Effect adalah hukum yang menyatakan intensitas hubungan antara stimulus-respon. The Law of Exercise/ The Law of Use and Disuse adalah hukum bahwa stimulus-respon dapat timbul dengan adanya pengulangan

    Mungkin itu saja beberapa materi singkat pertemuan minggu lalu, sampai ketemu di pertemuan ke-12, so stay tuned and see you

Comments

Popular posts from this blog

Psikologi Gestalt dan Kognitif #15

Behaviourisme #12

Rasionalisme #6