Perkembangan Awal Psikologi Modern #9
Halo semuanya, kembali lagi bersama aku dinda. Ini merupakan pertemuan ke 9 aku belajar psikologi umum. Pada pertemuan ini aku akan membahas tentang "Perkembangan Awal Psikologi Modern". Pada pertemuan ini kita kembali belajar bersama bu Dini. Berikut ini beberapa ulasan singkat materi mingg ke 9 :
Awal Psikologi Modren
Sejarah perkembangan psikologi berisi mengenai pendapat- pendapat para tokoh- tokoh sejarah ilmu jiwa yang menjelaskan mengenai kejiwaan. Terbentuknya psikologi modern tidak terlepas dari pengaruh para tokoh- tokoh psikologi di masa lalu. Aliran modern yang muncul pada perkembangan psikologi adalah strukturalisme.
Strukturalisme ini adalah awal munculnya pernyataan psikologi sebagai disiplin ilmu yang bersifat otonom dan dibangun menggunakan laboratorium penelitian. Namun karena banyaknya pendapat dan pertentangan maka munculnya banyak aliran- aliran psikologi lainnya, yaitu: fungsionalisme, behaviorisme, gestalt psychology, psikoanalisis, humanistic psychology.
Latar Belakang :
Setelah para pelopor psikologi eksperimental yaitu Weber, Helmholtz, dan Fechner menjelaskan bahwa proses mental memiliki keterkaitan terhadap fisiologis dan dapat dibuktikan dengan eksperimen, ilmu psikologi semakin berkembang. Lalu pada awal tahun 1862, seorang ahli bernama Wilhelm Wundt melakukan eksperimen yang membuat dirinya yakin bahwa Psikologi tidak sekedar percobaan, namun juga memungkinkan merupakan cabang ilmu tersendiri. Dan disinilah awal mula dari perkembangan Psikologi Modern dan beberapa aliran yang ada dimasa nya.
Tokoh-tokoh Psikologi Modern :
1. Wilhelm Maximilian Wundt (1832-1920)
Wundt dilahirkan pada 16 Agustus 1832 di Neckarau, Baden, Jerman. Dan wafat pada 31 Agusutus 1920 pada usia 88 tahun. Beliau dikenal sebagai bapak psikologi modern dimana pada masa itu beliau memiliki jabatan sebagai dokter, fisiolog, professor dan tentunya seorang psikolog. Wilhelm Wundt dikenal sebagai bapak psikologi modern karena beliau membuka Institute for Experimental Psychology di Universitas Leipzig di Jerman pada tahun 1879. Ini adalah \ laboratorium pertama yang didedikasikan untuk psikologi, dan pembukaannya biasanya dianggap sebagai awal psikologi modern.
2. Edward Bradford Titchener (1867-1927)
Titchener lahir pada 11 januari 1867, Sussex, Inggris dan wafat pada 3 Agustus 1927, ithaca, New York, AS. Beliau merupakan seorang murid dari psikologi Jerman Wilhelm Wundt, pendiri psikologi eksperimental. Pada tahun 1885, beliau mulai belajar di Universitas Oxford. Selama proses studinya di Oxford, ia mulai membaca tulisan-tulisan Wilhelm Wundt dan kemudian menerjemahkan volume pertama dari teks terkenal Wundt Principles of Physiological Psychology dari Bahasa Jerman ke bahasa Inggris.
3. Franz Clemens Brentano (1838-1917)
Brentano lahir pada 16 januari 1838 dan wafat pada 17 Maret 1917 di Marienberg am Rhein, jerman. Brentano merupakan keturunan dari keluarga intelektual Jerman Italia yang sangat religius pamannya Clemens Brentano dan bibinya Bettina von Arnim adalah salah satu penulis romantisme Jerman yang paling penting dan saudaranya Lujo Brentano menjadi ahli terkemuka dalam ekonomi sosial). Brentano adalah seorang filsuf jerman, psikolog dan
pastor katolik yang sangat berpengaruh di Jerman.
4. Oswald Kulpe (1862 - 1915)
Ia mengemukakan pemikiran yang berjudul “On the modern psychology of thought”. Menurutnya, proses berpikir yang tinggi tidak terikat pada penginderaan dan dapat pula diteliti secara eksperimental. Untuk membuktikan pendapatnya tersebut, Kulpe telah mengadakan eksperimeneksperimen yang menggunakan metode instropeksi eksperimen sistematis.
5. Carl Stumpf (1848-1936)
Stump dilahrikan pada 21 April 1848 dan wafat pada 25 Desember 1936. Stump merupakan seorang filsuf dan psikolog jerman. Ia tertarik pada pekerjaan Brentano dan memusatkan perhatiannya pada filsafat dan ilmu pengetahuan. Stumpf merupakan seorang yang menolak pandangan Wundt. Ia berpendapat bahwa peristiwa mental harus dipelajari sebagai unit yang bermakna, seperti yang terjadi pada individu, dan tidak boleh dipecah belah untuk analisis lebih lanjut.
6. Hermann Ebbinghaus (1850-1909)
Ebbinghaus lahir di kota industri Barmen, dekat Bonn. Ayahnya adalah seorang pedagang kertas dan tekstil yang kaya raya. Dia belajar bahasa klasik, sejarah, dan filsafat di Universitas Bonn, Halle, dan Berlin sebelum menerima gelar doktornya dari Bonn pada tahun 1873, Dia menulis disertasinya tentang filsafat Hartmann tentang alam bawah sadar. Ebbinghaus memulai penelitiannya di rumahnya di Berlin pada tahun 1878, dan studi awalnya ditulis dan ditawarkan sebagai dukungan atas keberhasilannya melamar menjadi dosen filsafat di Universitas Berlin.
7. Hans Vaihinger (1852-1933)
Vaihinger adalah seorang filsuf Neo-Kantian, yang membuat kontribusi penting untuk epistemologi, filsafat ilmu pengetahuan, matematika, dan historiografi filsafat. Lahir pada tanggal 25 September 1852 di dekat Tübingen, putra pendeta Johann Georg Vaihinger, Pada tahun 1911 Hans Vaihinger (1852-1933) menerbitkan bukunya yang berpengaruh. Dalam bukunya, Filosofi "Seolah-olah": Sistem Fiksi Teoretis, Praktik, dan Religius Umat Manusia. Vaihinger memihak positivis Machia, mengatakan bahwa semua yang pernah kita keluarkan secara langsung adalah sensasi dan hubungan di antara sensasi; Oleh karena itu, kita bisa yakin dengan sensasi.
Kesimpulan :
Tahapan perkembangan sejarah psikologi dimulai dari pra psikologi, psikologi sebagai ilmu ototnom, sampai pada psikologi modern yang sudah dikenal dan digunakan dalam berbagai keilmuan saat ini, semua itu tidak terlepas dari peran para tokoh- tokoh terdahulu. Berbagai pertentangan muncul pada zamannya sebagai bentuk pengembangan dari berfikir kritis dalam menilai suatu teori baru untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Maka begitu berartinya keilmuan psikologi modern yang digunakan saat ini dalam penerapannya berkaitan dengan mempelajari kejiwaan manusia dan respon lingkungan serta tingkah laku sebagai efek dari kejiwaan tersebut.
Wilhelm Wundt dapat dikatakan sebagai bapak psikologi modern, ia telah berusaha untuk menjadikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri (otonom). Sebelum abadke-19, psikologi merupakan bagian dari filsafat. Perbedaan cara memecahkan masalah jiwa dimasa lampau dengan dimasa modern, terutama terletak dalam cara pendekatannya. Pendekatan dimasa lampau bersifat filosofis dan atomistik, sedangkan masa modern dengan pendekatan scientific (ilmiah), yaitu melalui penelitian-penelitian empirik.
Mungkin itu saja beberapa materi singkat pertemuan minggu lalu, sampai ketemu di materi ke 8 di pertemuan ke-10, so stay tuned and see you
Comments
Post a Comment